Metode Penelitian

 

Metode Penelitian


Nama   : Lia Safitri Nada

NIM    : 1848201022

    Penelitian merupakan upaya untuk mengembangkan pengetahuan, serta mengembangkan dan menguji teori (Anufia, 2019). Metode penelitian atau metode ilmiah adalah prosedur atau langkah-langkah dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu. Jadi, metode penelitian adalah cara sistematis untuk menyusun ilmu penelitian (Suryana, 2012)

A. Instrumen Penelitian

          Instrumen artinya adalah alat, instrumen penelitian adalah alat yang dibuat dan disusun mengikuti prosedur langkah-langkah pengembangan instrumen berdasarkan teori serta kebutuhan penelitian lalu digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Dengan kata lain instrumen dapat disebut sebagai alat pengumpul data (Adib, 2015). Data yang terkumpul dengan menggunakan instrumen tertentu akan dideskripsikan dan dilampirkan atau digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam suatu penelitian (Muljono, 2002).

        Instrumen memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan mutu suatu penelitian, karena validitas atau kesahihan data yang diperoleh akan sangat ditentukan oleh kualitas instrumen yang digunakan, disamping prosedur pengumpulan data yang ditempuh. Hal ini mudah dipahami karena instrumen berfungsi mengungkapkan fakta menjadi data, sehingga jika instrumen yang digunakan mempunyai kualitas yang memadai dalam arti valid dan reliabel maka data yang diperoleh akan sesuai dengan fakta atau keadaan sesungguhnya di lapangan. Sedang jika kualitas instrumen yang digunakan tidak baik dalam arti mempunyai validitas dan reliabilitas yang rendah, maka data yang diperoleh juga tidak valid atau tidak sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga dapat menghasilkan kesimpulan yang keliru (Muljono, 2002).

    Ada beberapa jenis instrumen yang biasa digunakan dalam penelitian, antara lain kuesioner, skala (skala sikap atau skala penilaian), tes, dan lain-lain.

    Kuesioner adalah alat pengumpul data yang berbentuk pertanyaan yang akan diisi atau dijawab oleh responden. Beberapa alasan digunakannya kuesioner adalah : (1) kuesioner terutama dipakai untuk mengukur variabel yang bersifat faktual, (2) untuk memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan penelitian, dan (3) untuk memperoleh informasi dengan validitas dan reliabilitas setinggi mungkin.

    Skala adalah alat pengumpul data untuk memperoleh gambaran kuantitatif aspek-aspek tertentu dari suatu barang, atau sifat-sifat seseorang dalam bentuk skala yang sifatnya ordinal, misalnya sangat baik, baik, sedang, tidak baik, dan sangat tidak baik; atau sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju, sangat tidak setuju; atau sangat sering, sering, kadang-kadang, jarang, dan tidak pernah. Skala dapat berbentuk skala sikap yang biasanya ditujukan untuk mengukur variabel yang bersifat internal psikologis dan diisi oleh responden yang bersangkutan. Selain itu, skala dapat pula berbentuk skala penilaian yakni apabila skala tersebut ditujukan untuk mengukur variabel yang indikator-indikatornya dapat diamati olehorang lain, sehingga skala penilaian bukan diberikan kepada unit analisis penelitian (yang bersangkutan) tetapi diberikan atau diisi oleh orang lain yang mempunyai pengetahuan atau pengalaman yang cukup memadai tentang keadaan subyek yang menjadi unit analisis dalam kaitannya dengan variabel yang akan diukur.

    Tes adalah prosedur sistematik yang dibuat dalam bentuk tugas-tugas yang distandardisasikan dan diberikan kepada individu atau kelompok untuk dikerjakan, dijawab, atau direspons, baik dalam bentuk tertulis, lisan maupun perbuatan (Muljono, 2002).


B. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data digunakan untuk mengumpulkan data sesuai tata cara penelitian sehingga diperoleh data yang dibutuhkan. Teknik pengumpulan data sering menggunakan cara-cara yang lazim dipergunakan dalam penyelidikan. Teknik yang kerap kali dipergunakan adalah observasi dan wawancara (F, 1967).

1. Wawancara

        Menurut Sugiyono (2017 ), Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melaksanakan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang akan diteliti, dan apabila peneliti juga ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah dari responden tersebut sedikit. Secara garis besar ada dua macam pedoman wawancara, yaitu pedoman wawancara tidak terstruktur (hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan dan jenis pedoman ini lebih banyak bergantung pada kreatifitas pewawancara) dan pedoman wawancara terstruktur (disusun secara terperinci sehingga menyerupai check-list).

2. Kuesioner (Angket)

        Cara ini dapat juga dipandang sebagai interview tertulis dalam bentuk daftar pertanyaan dengan beberapa langkahnya :

  1. Menyusun daftar pertanyaan. Konstruksi daftar pertanyaan (angket) berbentuk angket berstruktur, angket tak berstruktur, atau campuran keduanya.
  2. Menyusun surat pengantar adalah hal yang tidak boleh dilupakan. Surat pengantar ini penting artinya, karena sebagai pengganti peneliti untuk menghubungi responden untuk : 1) menciptakan suasana yang kooperatif; 2) menjelaskan maksud dan pentingnya jawaban; serta 3) memberikan keterangan-keterangan mengenai isi angket pada umumnya

3. Observasi

Observasi atau pengamatan merupakan metode yang pertama-tama digunakan dalam melakukan penelitian ilmiah. Yang mengandung pengertian sebagai “pemilihan, pengubahan, pencatatan, dan pengodean serangkaian perilaku dan suasana yang berkenaan dengan organisme in situ, sesuai dengan tujuan-tujuan empiris”.

        Pemilihan menunjukkan bahwa pengamat ilmiah mengedit dan memfokuskan pengamatannya secara langsung atau tak langsung. Pemilihan mempengaruhi apa yang diamati, apa yang dicatat, dan kesimpulan apa yang diambil. Pengubahan berarti observasi tidak hanya dilakukan secara pasif. Peneliti boleh mengubah perilaku atau suasana tanpa mengganggu kewajarannya (Natural). Pencatatan adalah upaya merekam kejadian-kejadian dengan menggunakan catatan lapangan, sistem kategori, dan metode lainnya. Pengkodean berarti proses menyederhanakan catatan-catatan melalui metode reduksi data. Rangkaian perilaku dan suasana menunjukkan bahwa observasi melakukan serangkaian pengukuran yang berlainan pada berbagai perilaku dan suasana. In situ berarti pengamatan kejadian dalam situasi alamiah (natural) walaupun tidak berarti tanpa menggunakan manipulasi eksperimen. Untuk tujuan empiris menunjukkan bahwa observasi mempunyai bermacam-macam fungsi dalam penelitian, berupa deskripsi, melahirkan teori dan hipotesis, atau menguji teori dan hipotesis (F, 1967).


C. Analisis Data

Analisis data adalah rangkaian kegiatan pengelompokan, sistematisasi, penafsiran dan verifikasi data agar sebuah fenomena atau kejadian memiliki nilai sosial, akademis dan ilmiah. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dan seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis.

1. Penelitian Kuantitatif

Dalam menganalisa data penelitian kuantitatif hendaknya konsisten dengan paradigma, teori dan metode yang dipakai dalam penelitian serta dilakukan secara kronologis setelah data selesai dikumpulkan semua dan biasanya diolah dan dianalisis dengan computerized berdasarkan metode analisis data yang telah ditetapkan dalam desain penelitian. Terdapat dua macam statistik yang digunakan untuk menganalisa data dalam penelitian, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial.

a. Statitik deskriptif dapat digunakan bila peneliti hanya ingin mendeskripsikan data sampel, dan tidak ingin membuat kesimpulan yang berlaku. Analisis deskriptif dapat dibedakan menjadi analisis potret data (frekuensi dan presentasi), analisis kecenderungan sentral data (mean, median, modus), analisis nilai (kisaran simpangan baku atau varian).

b. Statistik inferensial bertujuan untuk menghasilkan suatu temuan yang dapat digeneralisasikan secara lebih luas kedalam wilayah populasi. Statistik inferensial terbagi atas dua yaitu statistik parametris dan non parametris. Statistik parametris digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistik atau menguji ukuran populasi melalui data sampel (notasi (µ), simpangan baku (σ) dan varians (σ2)) (Martono, 2011).

2. Penelitian Kualitatif

Tujuan analisis data kualitatif adalah mencari makna dibalik data yang melalui pengakuan subjek pelakunya dan dilakukan secara induktif, yaitu penelitian kualitatif tidak dimulai dari deduksi teori tetapi dimulai dari fakta empiris. Peneliti terjun kelapangan, mempelajari, menanalisis, menafsirkan dan menarik kesimpulan dari fenomena yang ada di lapangan dan dari data tersebut peneliti harus menganalisis sehingga menemukan makna yang kemudian makna itulah menjadi hasil penelitan. Proses analisis data kualitatif adalah:

a) Reduksi data

Dilakukan dengan cara merangkum, memilih hal-hal yang pokok, mencari tema dan polanya  dan dilakukan dengan cara abstraksi. Abstraksi merupakan usaha membuat rangkuman yang inti sehingga tetap berada dalam data penelitian.

b) Penyajian data

Penyajian data dilakukan untuk dapat melihat gambaran keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari gambaran keseluruhan. Pada tahap ini peneliti berupaya mengklarifikasi dan meyajikan data sesuai dengan pokok permasalahan yang diawali dengan pengkodean pada setiap sub pokok permasalahan.

c) Kesimpulan dan verifikasi

Penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan jalan membandingkan kesesuaian pernyataan dari subjek penelitian dengan makna yang terkandung dengan konsep-konsep dasar dalam penelitian tersebut (Siyoto, 2015).


Referensi :

Adib, H. S. (2015) ‘Teknik Pengembangan Instrumen Penelitian Ilmiah Di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam’, Sains Dan Teknoogi, pp. 139–157.

Anufia, T. A. dan B. (2019) RESUME: INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA.

F, K. Ge. (1967) ‘DESAIN PENELITIAN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN’, Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., pp. 1–11.

Martono, N. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Muljono, P. (2002) ‘Penyusunan dan Pengembangan Instrumen Penelitian’, Lokakarya Peningkatan Suasana Akademik Jurusan Ekonomi, pp. 1–27.

Siyoto, S. (2015). Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta : Literasi Media Publishing.

Suryana (2012) ‘Metodologi Penelitian : Metodologi Penelitian Model Prakatis Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif’, Universitas Pendidikan Indonesia, pp. 1–243. doi: 10.1007/s13398-014-0173-7.2.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sediaan Semi Solid